Kenapa Teman Menjauhi Kita

Mengapa Sikap Teman Kita Berubah dan Menjauhi Kita

Tak ada yang pasti dalam kehidupan ini, kecuali ketidakpastian itu sendiri. Sebagai manusia yang memiliki akal budi dan daya kreasi, manusia senantiasa  terus membuat perubahan. Ada perubahan yang konstan sehingga kita tidak merasa bahwa ada yang berubah. Tapi ada juga perubahan yang sangat ekstrim sehingga ktia sendiri merasa terkejut dan jengah dibuatnya. Sebut saja kematian. Kematian adalah sesuatu yang pasti, yang tidak diketahui adalah kapan waktunya. Namun pada saat waktu kematian itu tiba, manusia masih saja dibuat terkejut dan bahkan ada yang stress karena ditinggalkan oleh yang mati.

Dalam keseharian beraktivitas, kita selalu bertemu dan berinteraksi dengan orang lain, baik itu di rumah kita sendiri, di kantor, maupun di jalan yang berada di antara keduanya. Ada banyak hal yang kita lihat yang kita jalani dan kadang tidak kita rasakan ada perubahan. Kita menyadari perubahan itu tatkala orang lain yang berinteraksi dengan kita menunjukkan perubahan. Hmm...sebenarnya cukup menarik tentang perubahan diri sendiri ini untuk dibahas. Mari kita coba berpikir ulang.

Bagaimana menyikapi teman yang berubah

Kok tiba-tiba dia berubah ya sikapnya sama saya??. Itu adalah salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam benak kita. Mungkin orang itu pun sebenarnya memiliki pandangan yang sama bahwa sikap kita berubah terhadap dia. Yeah.... our friends just like a mirror that reflects all things front it. Cermin. Ya... teman-teman adalah ibarat cerminan dari diri kita sendiri. Kalaulah kita melihat perubahan itu baik dalam hal sikap, tutur kata, maupun tingkah laku hendaknya kita berpikir seperti kita berada di depan sebuah cermin. Di depan cermin yang kita lihat adalah diri kita sendiri. Orang lain hanya merefleksikan atau memantulkan hal yang kita perbuat. Ambil satu contoh, dulu mungkin kita pernah dekat dengan dia, sering berbicara dari hati ke hati, namun sekarang hal itu tidak lagi terjadi. Mari kita cermati sikap kita sendiri pada orang tersebut. Apakah intensitas kita berinteraksi dengan dia ada perubahan atau tidak? Kalau memang ada perubahan, sebaik-baiknya sikap adalah tidak menyalahkan atas perubahan yang terjadi pada orang lain.

Mengamati fenomena pergaulan dan pertemanan, tak jarang kita lebih sering mengambil jalan menyalahkan orang lain. Kita memang tidak dapat merubah sikap orang lain secara langsung, yang bisa kita lakukan adalah merubah sikap kita sendiri. Dengan perubahan yang kita lakukan, bolehlah kita berharap sikap orang tersebut berubah sesuai dengan perubahan yang kita harapkan.

Mari kita ambil sikap yang terbaik dari keadaan terburuk sekalipun. Berubahlah ke arah yang positif dan lebih baik. Tunjukkan senyum manismu meskipun hatimu sedang terluka. Memang hal itu tidak mudah dan mungkin sebagian dari kita menganggapnya sebagai sikap yang munafik. Kupikir bersikap apa adanya emang baik, tapi akan lebih baik bila kita dapat menempatkan sikap itu pada tempat, waktu dan porsinya. So,,, siapkan berubah untuk menjadi lebih baik??

Tambahkan Komentar Sembunyikan