Kenapa Dosen Memberikan Ujian atau Cobaan yang Berat buat Mahasiswanya

Kenapa Dosen Memberikan Ujian atau Cobaan yang Berat buat Mahasiswanya?? Itu adalah pertanyaan yang menarik untuk dijawab dan mungkin jawaban antar individu akan berbeda satu sama lain. Mari kita cermati uraian singkat berikut ini. Perhatikan juga meme berikut ini.


Ada ayat dalam Al Qur'an yang menyebutkan bahwa Alloh tidak membebani makhluknya dengan ujian yang melampaui kemampuan makhluknya tersebut. Berikut bunyi ayat tersebut:
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami ; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (al-Baqarah 286)
Lalu bagaimana mengukut kemampuan makhluk tersebut? Hanya Alloh saja yang tahu hakikatnya.

Bagaimana dengan dosen yang memberikan tugas atau ujian kepada mahasiswanya? Perlu difahami bahwa dosen juga manusia biasa. Untuk mengetahui kemampuan mahasiswanya, sang dosen biasanya akan memberikan penugasan atau ujian. Tentu, hasil yang diperoleh setelah mengikuti ujian akan beragam. Ada yang lulus dengan nilai bagus, ada yang lulus dengan nilai standar, bahkan ada juga yang tidak lulus. Hal tersebut sangatlah normal atau wajar. Karena kemampuan setiap individu itu berbeda-beda. Baca juga informasi tentang kopertis.

Yang menjadi persoalan buat mahasiswa adalah terkadang tugas atau soal ujian yang diberikan dirasakan menjadi beban yang berat. Saya fikir pada saat kita berada dalam posisi demikian, mungkin, juga akan mengeluhkan hal yang sama. "Pak dosen ini ngasih soalnya susah banget", begitu ungkapan yang mungkin muncul dari mulut mahasiswa.

Dalam hidup pun, manusia juga sering mengeluh, "Ahhh.... susah sekali hidup ini". Dan persoalan ini menjadi mudah untuk difahami. Dengan melewati kesusahan tadi kita akan berasa layak untuk naik kelas. Bukankah, dalam setiap kesulitan itu ada kemudahan?

Berapa jumlah sks yang harus diambil mahasiswa?
Ada artikel yang menarik untuk menjawab pertanyaan tersebut di tautan ini. Dalam artikel tersebut disebutkan perbedaan suasana belajar dan jumlah sks yang berbeda antar negara. Luar negeri umumnya cenderung mengambil sedikit sks yang diambil dan lulusan yang dihasilkan adalah expert atau ahli. Berkebalikan dengan Indonesia, yang pada umumnya, mahasiswa mengambil sks dalam jumlah banyak. Lulusannya pun menjadi orang yang tidak ahli. Tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Namun, hal yang perlu dipertimbangkan adalah perguruan tinggi diarahkan untuk mencetak orang yang ahli di bidangnya.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat. Silakan berkomentar.

Tambahkan Komentar Sembunyikan