Sabtu, 16 Januari 2016

Ekonomi Islam: Ekonomi Kearifan untuk Keadilan

Ekonomi Islam: Ekonomi Kearifan untuk Keadilan
Ekonomi Islam: Ekonomi Kearifan untuk Keadilan - Waktu di pesawat disebelah saya duduk pria bule. Awalnya kami bersediam sambil asyik dengan buku bacaan masing masing. Namun satu jam dalam penerbangan, dia menegur saya dengan menanyakan buku yang sedang saya baca. Saya perlihatkan buku itu yang berjudul the great Arab Conquests. Dia tersenyum sambil menanyakan apakah saya muslim. Saya mengangguk dengan tegas. Dari sini kami mulai asyik berbicara. Barulah saya tahu bahwa dia seorang banker yang mempunyai posisi sebagai VP di Singapore. Dia berkeluh kesah karena keadaann ekonomi global yang tidak kondusif. Dia juga menyalahkan system ekonomi saat ini yang merantai tangan pemerintah untuk perkasa mengatur. Saya hanya diam sambil mengaminkan. Namun ada yang mulai membuat saya tertarik untuk memberikan perjelasan ketika dia menyinggung tentang keberadaan Bank syariah yang katanya hanyalah symbol agama dalam marketing business perbankan. Essensinya tetap tidak beranjak dari system perbankan konventional.

Saya katakan kepadanya bahwa sebetulnya dalam islam tidak ada ajaran tentang perbankan. Yang ada adalah Baitul Maal. Mengapa sampai ada bank syariah? Tanya nya. Menurut saya bahwa itu karena kesepakatan para ulama yang mencoba menerapkan hukum islam dalam system perbankan yang mana dizaman Nabi tidak ada. Umat islam percaya. Namun bagaimanapun, dalam tataran implementasinya tergantung dari manusia itu sendiri. Apakah dia mau mengikuti prinsip ajaran islam dengan benar ataukah dia bermain main dengan symbol agama untuk keperluan bisnisnya. Dia nampak terkesan dengan penjelasan saya. Diapun mengakui bahwa pada awalnya memang ekonomi itu lahir dari kebijakan agama seperti gereja, yang dikenal dengan hukum trustee. Tapi belakangan pada awal abad 17 , ketika adanya revolusi industry, keadaan ini mulai berubah. Agama dan ekonomi terpisah. Ia berjalan sendiri sendiri. Akibatnya batasan moral menjadi subjective , dan akhirnya kepentingan pelaku ekonomi lebih dominan. Kerakusan dan keculasan menjadi bumbu system ekonomi yang akhirnya menjadi biang ketidak adilan dan memicu terjadi krisis ekonomi, katanya.

Lantas bagaimana sebetulnya system ekonomi dalam islam? Tanyanya. Menurut saya bahwa islam punya system tersendiri. Didalamnya ada kandungan filsafat yang menjadi dasar berpikir dan bersikap umat islam dibidang ekonomi. Bahwa alam semesta, langit dan bumi berserta isinya termasuk harta yang ada pada manusia adalah milik Allah. Mengapa ? karena Allah yang menciptakan dan mengkaruniakannya kepada seluruh manusia ( QS 20:6, 5:120). Manusia hanya diberi hak mengurus dan mengelolanya, bukan memilikinya. Hak mengurus dan mengelola itu akan dipertanggung jawabkan kelak diakhirat. Kami umat islam percaya itu. Jadi filsafat ekonomi islam dengan tegas menempatkan Tuhan sebagai titik awal dan titik akhir dari semua permasalahan ( QS 2:156). Kalau begitu, apakah nilai nilai dasar dari filsafat ekonomi islam itu sendiri. Karena, katanya, dia ingin membandingkan secara konkrit dengan system ekonomi lainnnya seperti kapitalis, sosialis , komunis yang masing masing mempunyai seperangkat nilai nilai sebagai struktur bangunan.

Saya katakanya bahwa nilai dasar dalam islam dibangun dari tiga hal yaitu nilai kepemilikan, keadilan, persaudaraan dan kebersamaan. Pertama kepemilikan, islam menegaskan bahwa kepemilikan itu bersifat relative, karena pemilik hakiki dari segala sesuatu adalah Allah ( QS 2:107). Jadi kami umat islam percaya bahwa apapun yang ada pada kami maka itu tak lain adalah titipan dari Allah dan kami mengemban tanggung jawab atau kepemilikan itu. Makanya harus dipergunakan sesuai dengan apa kata Allah. Apa yang Allah mau ? kepemilikan itu harus mempunyai fungsi social. Kedua adalah keadilan. Semua umat islam percaya bahwa setiap mereka dituntut untuk menegakkan keadilan ( QS. 5:8) dan menghormati hak orang lain. Ini artinya dalam bidang ekonomi umat islam harus menghindari perbuatan yang merugikan orang lain. Tidak boleh ada iklan yang menipu dengan tujuan menaikkan laba berlipat. Tidak boleh merekayasa pasar untuk menguasai pasar. Tidak boleh menguasai barang dan produksi untuk mengatur harga dipasar. Tidak boleh ada perjanjian yang merugikan pihak lain atau mereka yang lemah. Dan lain sebagainya.

Ketiga, persaudaraan dan kebersamaan. Umat islam percaya bahwa manusia adalah bersaudara karena dia sama sama diciptakan dari tanah ( QS 6:2) dan sama sama keturunan Adam ( QS 4;1). Artinya dalam islam , setiap orang harus menjunjung tinggi nilai nilai persaudaraan dan kebersamaan ( QS 49:10). Dalam konteks ekonomi, dia harus berbuat sesuatu dengan hartanya agar mampu mendorong terciptakan perluasan kesempatan bagi orang lain. Jadi islam tidak mengenal individualistis. Tidak mengenal pengelompokan untuk kepentingan kelompok seperti konglomerasi dll. Yang ada adalah satu untuk semua dan semua untuk satu dengan satu tujuan beribadah kepada Allah. Kembali nampak dia terpesona dengan uraian saya tersebut. Lantas bagaimana mengimplementasikan nilai nilai tersebut. Maaf terkesan utopis, katanya. Saya jelaskan bahwa ini bukan utopis yang tidak mungkin dilaksanakan. Islam punya instrument untuk terbangunnya nilai nilai tersebut. Apa? Jelaskan kepada saya. Katanya.

Intrument atau alat untuk terbangunnya nilai nilai islam itu ada lima yaitu pertama, kewajiban membayar zakat ( QS 2:43). Karena dalam pandangan islam, setiap harta yang dimiliki ada hak orang lain dan karena itu harus dikeluarkan zakat untuk diberikan kepada yang berhak menerima ( QS 9:61).Kedua, jaminan social. Setiap umat islam bertanggung jawab untuk memberikan peningkatan kualitas hidup didalam masyarakat ( QS 9: 6). Banyak sekali dalam Al Quran menjelaskan tentang kewajiban membantu orang miskin , karyawan, juga orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi ( QS 2:273. 9:60). Ketiga, pelarangan Riba. Islam tidak membenarkan praktek bisnis ribawi,dimana menempatkan orang lemah karena modal, pengetahuan dirugikan. Itu sebabnya bunga bank tidak boleh kecuali bagi untung karena prinsip bagi rugi. Itu sebabnya tidak dibenarkan kenaikan harga berlebihan dipasar karena permainan suplly and demand. Itu sebabnya perdagangan tanpa barang /jasa seperti perdagangan index bursa saham/komoditi tidak dibenarkan.

Keempat, kerjasama ekonomi. Allah menyuruh umat manusia untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam keburukan atau permusuhan ( QS 5:3). Apapun model kerjasama itu tidak dipersoalkan asalkan terciptanya produktifitas ditengah masyarakat (QS 2:190) untuk terciptanya kesejahteraan dan mencegah kesengsaraan social ( QS 3:103, 5:3, 9:71,105) serta melindungi kepentingan ekonomi lemah ( QS 4:5-10, 89:17-26). Kelima, peran Negara ( Pemerintah ) Imenghormati mekanisme pasar tetapi juga sekaligus memberikan peran kepada Negara atau pemerintah untuk menegakkan keadilan. Jadi peran Negara sangat penting dan harus regulated for justice. ( QS 4:57). Apa yang dimaksud dengan negara harus mengatur itu ? tanyanya. Negara harus menguasai atau mengendalikan semua usaha yang berhubungan dengan kepentingan publik sepertik Listrik, Air , jalan , perbankan dll,. Negara harus menguasai sepenuhnya semua sumber daya alam yang tak terbarukan. Semuanya ditujukan untuk kepentingan umum.

Demikian saya sampaikan dengan singkat. Pria yang duduk disebelah saya berkata “ Kalau begitu saya sebut ekonomi islam adalah ekonomi kearifan untuk keadilan. Inilah yang tak ada dalam system ekonomi lainnya. Inilah sebetulnya solusi bagi dunia untuk keluar dari krisis berkepanjangan. Apakah mungkin ?

Sumber tulisan berjudul "Ekonomi Islam: Ekonomi Kearifan untuk Keadilan"
_https://www.facebook.com/erizeli.bandaro/posts/10208840647119485
Read more

Rabu, 30 Desember 2015

Cara Sederhana Main Clickbank (Dari Pemula untuk Pemula) - Part 2

Sebelumnya anda telah membaca artikel "Cara Sederhana Main Clickbank (Dari Pemula untuk Pemula)  - Part 1". Mari kita lanjutkan ke part 2.

Sekarang, kita coba analisa keyword ini dengan Keyword Tool. Klik Evaluate pada kolom Keyword Difficulty untuk kata kunci Chicken Coops.

Setelah loading, muncullah hasilnya. Seperti yang sudah saya tebak, persaingannya cukup berat. Nilainya 51 untuk kata kunci itu. Saya coba analisa dua kata kunci lain, dan hasilnya sama saja beratnya.

Pada titik ini, biasanya saya akan melupakan kata kunci dengan persaingan setinggi itu. Tapi berhubung saya punya sedikit harapan di Google Images, jadi keyword ini bakal tetap saya mainkan.
Untuk meraih kesuksesan, dibutuhkan sedikit nyali, bukan?

Baiklah, so far semua sinyal menunjukkan tanda-tanda lumayan positif.

Langkah berikutnya, karena saya mau promosi cuma pakai blogspot, saya cek dulu ketersediaan sub-domain.

Dan hasilnya…


Sebenernya ini nggak masalah-masalah amat. EMD (exact match domain) bukan hal yang patut dipikirkan. Cuma, jujur aja nih, saya lebih suka aja gitu kalau domainnya mengandung kata kunci. Apalagi kalau bisa sama persis.

Iseng-iseng, saya coba cek ketersediaan TLD.

Pada KeywordRevealer.com, klik Domain Availability.

Seperti yang sudah terlihat, .com, .org, .net tidak tersedia. Untuk kasus seperti ini, saran saya lupakan soal EMD. Yang penting adalah, domain kita mengandung sedikit kata kunci. Atau agan juga bisa tambahkan satu kata pendek di depan atau belakang kata kunci, seperti:
  • TopChcickenCoops.com
  • BestChcickenCoops.com
  • ChickenCoopWorld.com
  • Dsb


Tapi sekali lagi, EMD gak penting. Yang terpenting adalah sales, sales, dan sales!

Perlu dicatat, ini adalah langkah-langkah berburu keyword potensial ala saya. Kalau ternyata setelah diriset keyword-nya tidak potensial, sebaiknya lupakan produk tersebut. Bisa aja sih coba cari-cari keyword alternatif, tapi bakal banyak menghabiskan waktu, dan belum tentu tepat. Jadi saran saya, ulangi langkah ini, cari produk yang keyword utamanya potensial untuk digarap.

Baiklah, kata kunci sudah ditetapkan. Domain sudah ditetapkan. Langkah berikutnya…


3. Bangun Blog

Mungkin agan bertanya-tanya, kenapa harus blog? Kenapa nggak pakai video YouTube? Kenapa nggak pakai Fanspage FB? Kenapa gak build email list?

Semua itu bakal dilakuin. Cuma, saya mau mencontohkan membangun blog dulu. Untuk produk ini pun saya sudah berencana membuat beberapa video.

Pada tutorial ini saya memberi contoh memakai blogspot. Bagi yang memiliki modal, silakan langsung sewa hosting dan beli domain. Gak akan ada yang sia-sia. Kalaupun nantinya tidak menghasilkan, setidaknya akan ada banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapat. Pelajaran dan pengalaman itu tidak bisa dihargai dengan uang sebanyak apa pun.

Baiklah, tanpa basa-basi, langsung saja saya bangun blog dengan domain _http://ChickenCoops.blogspot.com

Saya menemukan buanyak sekali blogspot template keren di bagian ini: _http://ads.id/forums/forumdisplay.php/100-Blogger-Blogspot

Thanks _Ads.id!

Dan pilihan saya jatuh pada: _http://ads.id/forums/showthread.php/187432-Ston-SEO-V4-Template-Untuk-Adsense

Sebuah template Blogger cantik karya agan Arif Rachman Hakim.

Setelah template diganti, dan dioptimasi secara apa adanya, langkah berikutnya…


4. Research Keyword

Langkah pertama, tentukan category blog. Untuk blog ini, ada tiga saya rasa:
  1. chicken coops
  2. chicken coop designs
  3. chicken coop plans


Gak usah banyak ribet, tiga keyword itu langsung saya jadikan category blog.

Langkah kedua, kumpulkan long tail keyword sebanyak mungkin untuk masing-masing category.
Caranya?

Kalau saya, cukup pakai Keyword Revealer. Balik lagi ke Keyword Revealer. Ada beberapa pengaturan yang harus kita lakukan.

Pada Keyword Filter, ketik “chicken coops.” Untuk apa? Untuk menghilangkan kata kunci yang tidak relevan.


 Lihat! Dari 480 keyword, akhirnya hanya tersisa 225 keyword. Kumpulkan semua keyword yang sekiranya layak dijadikan artikel.

Ini hasil saya:

Chicken Coop (113)
  1. backyard chicken coops
  2. cheap chicken coops
  3. pictures of chicken coops
  4. small chicken coops
  5. building chicken coops
  6. dst


Chicken Coop Designs (32)
  1. chicken coop designs free
  2. chicken coops designs
  3. backyard chicken coop designs
  4. free chicken coop designs
  5. small chicken coop designs
  6. dst


Chicken Coop Plans (142)
  1. chicken coops plans
  2. free chicken coop plans
  3. small chicken coop plans
  4. portable chicken coop plans
  5. backyard chicken coop plans
  6. dst


Eliminasi keyword yang kurang pas, seperti:
  1. chicken coop plans pinterest
  2. wichita chicken coop plans

Jauhi keyword yang mengandung nama tempat, dan nama social media seperti itu. Tentu ada pengecualian untuk niche lain. Tapi untuk niche ini, lakukan saja.

Secara umum, saya melihat keyword-keyword ini sepertinya cocok jika dibuat menjadi semi-wallpaper blog. Tapi saya tidak ingin membuat semi-wallpaper blog. Saya ingin membuat niche blog dengan banyak artikel, bukan gambar.

Secara total, saya mendapatkan 287 long tail keyword yang siap dijadikan artikel. Jika blog ini sudah memiliki artikel sebanyak itu, saya yakin, traffic akan mengalir deras. Akhirnya, sales pun berdatangan. Terdengar mudah, bukan? Kenyataannya, tentu tidak akan semudah itu. Kita tahu sendiri seperti apa misteriusnya Mbah Google.

Tapi, kita tak akan tahu sebelum mencoba, bukan? Maka, langsung saja ke tahap berikutnya:


5. Penuhi Blog dengan Artikel

Jika ini adalah blog Wordpress self-hosted, saya akan meng-update minimal 30 artikel per hari. Namun karena ini memakai Blogger, saya tak berani update sebanyak itu. Saya tak ingin Blogger menghapus blog saya begitu saja. Karena itu, saya batasi update konten sebanyak 15 per hari (masing-masing kategori ada 5 artikel).

Dengan begitu, 287 artikel seharusnya bisa selesai dalam waktu 19-20 hari.


6. Lakukan SEO off-page

Setelah 287 artikel terpajang di blog, langkah selanjutnya adalah melakukan SEO off-page seperti link building dll. Saya sih nggak terlalu pusing soal ini. Biasanya saya cuma nyari 5 backlink per hari. Itu pun santai banget.


7. Jangan Lupa Pajang Banner dengan Link Afiliasi Kita

Biasanya vendor menyediakan banner di halaman affiliate. Namun tidak semua vendor menyediakan banner. Untuk itu, kita harus pintar-pintar memilih produk.
Khusus untuk produk yang saya pilih, memang ada banner yang disediakan. Banner itu ada di halaman Creatives seperti pada gambar berikut:


Ini adalah salah satu contoh banner:


 Bentuknya kurang bagus. Karena itu saya mencoba membuatnya sendiri dengan kemampuan Photoshop level tiarap. Saya bikin 2 banner dengan 2 ukuran. Cari gambar di Google, terus rangkai-rangkai sendiri. Setelah jadi, langsung saya pasang di blog.

Cara pasang di Blogger:

Masuk Layout. Buat elemen HTML di sidebar, lalu pasang kode HTML ini:
<a href="http://LINK-CLICKBANK.hop.clickbank.net/"><img src="http://LINK-GAMBAR.jpg" /></a>

Jika kita memilih memakai banner buatan vendor yang tersedia di halaman affiliate, pastikan banner tidak terdapat alamat domain. Contohnya, seperti yang ada di screenshot di atas. Pada banner itu tertulis alamat web produk. Hal ini akan merugikan kita. Bisa jadi visitor memilih untuk mengetik alamat web di browser secara langsung, bukannya meng-klik link afiliasi kita.

***

Demikianlah cara promosi produk afiliasi Clickbank ala newbie. Setelah blog jadi, yang perlu difokusin cuma 2:
  1. Terus penuhi blog dengan konten yang relevan.
  2. Cari backlink senatural mungkin.


Silakan ambil yang bermanfaat ya gan, dan abaikan step-step yang ngaco. Kalau mau kritik, tolong jangan pedes-pedes ya gan




Catatan:
  • Silakan kalau ada yang mau ikutan main di niche ini. Tapi jangan kaget kalau tiba-tiba dapet banyak saingan dari Ads.id juga Saran saya sih, pakai metode ini untuk cari niche lain yang “low competition, and high traffic.”
  • KeywordRevealer.com ngasih limit buat pengguna free. Sehari cuma bisa riset sedikit banget. Triknya: bikin email sebanyak-banyaknya, terus bikin akun KeywordRevealer.com sebanyak-banyaknya pula. Kalo yang satu kena limit tinggal logout, terus login pakai akun lain.
Read more

Cara Sederhana Main Clickbank (Dari Pemula untuk Pemula) - Part 1

Artikel Cara Sederhana Main Clickbank (Dari Pemula untuk Pemula)  merupakan repost dari ads.iddengan sumber aslinya pada link ini.

Intinya, tutorial yang saya berikan di sini adalah basic. Dasar bermain Clickbank. Karena basic, saya pakai tool-tool gretongan. Nggak perlu keluar duit untuk bikin e-mail list, bikin landing page, dll. Cukup pakai tool gratisan yang sudah tersedia.

Karena saya masih pemula di dunia affiliate, khususnya Clickbank, saya nggak berani pamer SS earning, traffic, dan segala macemnya. Takutnya entar saya dikira bikin SS tipu-tipu, terus saya dipermasalahkan lagi

Saya nggak menjanjikan dengan melakukan tutorial ini agan bakal dapet $1000/hari. Saya aja belum segitu. Masih jauh

Tapi seenggaknya, dengan ngejalanin tutorial ini, agan bakal belajar dasar memilih produk, dan belajar mempromosikannya secara sederhana. Kalaupun nanti agan dapet $$$, anggaplah itu sebagai bonus. Tapi kalau enggak, ya nggak usah patah semangat. Namanya juga lagi belajar.

Biar fair, dalam tutorial kali ini saya bakal pilih produk dari Category yang belum pernah saya mainin. Saya juga bakal build blog baru buat promosiin produk itu. Nanti URL blog-nya bakal saya kasih tau sebagai bahan pembelajaran.

Sebelumnya, kalau saya bikin kesalahan, tolong saya dikoreksi. Saya cuma newbie biasa. Niat saya di sini cuma pengen berbagi sedikit ilmu yang saya tahu. Namanya baru sedikit tahu, pasti bikin banyak kesalahan sepanjang jalan kenangan. Jadi, mohon koreksinya ya mastah, suhu, dan sesepuh J Kita sama-sama belajar.

Eniwei, sekarang langsung aja…

1. Daftar Clickbank

Kalau sudah punya akun, silakan login.


2. Pilih Produk yang Akan Dipromosikan

Masuk ke Marketplace: _https://NAMA-AKUN.accounts.clickbank.com/account/marketplace.htm

NAMA-AKUN itu harus diganti dengan username agan di Clickbank.

Perlu digarisbawahi, pemilihan produk inilah yang akan menentukan kesuksesan. Di sini kuncinya.
Kebanyakan orang yang baru terjun ke Clickbank memilih Gravity yang tinggi. Padahal justru di situ tingkat persaingannya gila-gilaan.

Untuk awal, pilih range Gravity antara 5 sampai 10. Ini untuk permulaan saja. Sebagai bentuk latihan kita. Kalau sudah paham sistem kerjanya, silakan pilih range yang lebih tinggi. Tapi kalau saya, range segini saja sebenarnya sudah cukup menghasilkan, walaupun receh. Hehe…

Hal lain lagi, kebanyakan pemula langsung masuk ke market health. Padahal di situ persaingannya gila-gilaan untuk semua niche-nya. Mulai dari weight loss, diabetes, pregnancy, dll dimainin sama pemain-pemain besar. Maaf, bukannya meremehkan, tapi di awal-awal, bakal sulit bagi agan untuk ngalahin mereka. Saran saya, pilihlah market selain health. Saya berani jamin, semua market ada pembelinya. Tinggal pinter-pinternya kita promo aja. Sama tergantung garis rejeki juga sih gan

Jadi, sebagai contoh, saya pilih category Home & Garden. Jujur, saat ini bukan category atau market ini yang saya garap. Saya garap market lain. Bukan berarti pasar ini nggak menguntungkan. Enggak juga. Saya udah bilang, semua pasar itu ada pembelinya. Cuma selama ini emang belum kepikiran aja main di market ini.

Ya udahlah, sekarang kita udah masuk di category Home & Garden. Ada banyak produk yang bisa dipilih.

Sekarang tentukan Gravity antara 5 sampai 10.


Scroll down sampai ketemu Required Language(s). Pilih yang bahasa Inggris aja. Tapi silakan kalau agan mau bereksperimen untuk pasar dengan bahasa selain Inggris. Hint: kadang peluangnya jauh lebih gede lho Tapi sekarang, pilih bahasa Inggris dulu. Maksudnya, biar bahasanya udah familier dulu sama kita.


Udah, cuma itu aja filter yang perlu kita lakuin. Sebagai permulaan, opsi-opsi lain abaikan dulu. Entar juga paham sendiri sedikit demi sedikit. Yang penting, sekarang kita udah punya daftar produk yang tingkat persaingannya nggak gitu tinggi.


Perhatiin bagian yang saya kotakin, dan yang saya kasih panah merah.

Agan nggak usah pusing sama istilah-istilah yang belum familier. Entar juga paham sendiri. Sekarang, yang perlu agan perhatiin cuma yang saya kasih panah merah itu.

Pertama, pastikan popularity-nya diset High to Low. Kenapa? Sebaiknya kita jangan pilih yang gravitiy-nya terlalu kecil. Jadi, pilih yang popularity-nya tinggi.

Kedua, pastikan produk yang dipilih punya halaman khusus untuk affiliate. Gimana cara mengetahuinya? Lihat aja, ada Vendor Spotlight atau enggak.

Jangan pilih produk yang kayak gini:

Sebenernya nggak apa-apa juga sih kalau udah agak jago. Maksudnya agak jago di sini adalah sudah bisa menentukan main keyword produk tersebut dengan sekali lirik. #tsaah

Tapi karena saya masih pemula, jadi saya cari gampangnya aja. Saya cari yang ada Vendor Spotlight-nya.

Baiklah, pilihan saya jatuh pada produk ini:


Produk itu muncul di urutan pertama. Nanti kita riset bareng-bareng. Kita caritahu apakah produk ini worthed untuk digarap apa enggak.

Langkah-langkah riset:

Pertama, buka link Vendor Spotlight.

Pada halaman Vendor Spotlight, perhatikan apakah produk ini punya link yang mengarah ke Affiliate Page atau tidak. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah, produk ini ternyata punya.

Sekarang klik link Affiliate Page tersebut.

Link tersebut membawa kita masuk ke halaman berikut:



Yang perlu kita cari pada halaman ini adalah: MAIN KEYWORD

Ya, kita harus tahu keyword apa yang dibidik oleh si pembuat produk. Biar nantinya kita juga bisa membidik keyword yang sama, atau malah keyword turunannya (kalau ternyata keryword utama persaingannya berat)

Setelah saya ubek-ubek selama lima menit, akhirnya ketemu di halaman ini:


Perlu dicatat, setiap vendor memiliki karakteristik web yang berbeda-beda. Yang perlu kita cari adalah keyword utama. Kalau web itu tidak menyediakan, kita bisa langsung kontak vendor tersebut, atau memakai "jurus kira-kira."

Sekarang kita coba klik PPC Strategies.

AHA! Harta karun ditemukan!


Kita bisa lihat, keyword yang dibidik produk ini adalah:

  • chicken coops
  • chicken coop designs
  • chicken coop plans



Saya coba lakukan pemantauan singkat di hasil pencarian Google untuk ketiga keyword tersebut. Hasilnya adalah ini:
  • chicken coops: 165,000 results
  • chicken coop designs: 972,000 results
  • chicken coop plans: 1,330,000 results



Dari tingkat persaingan, jelas keyword “chicken coops” jauh lebih rendah daripada kedua keyword lain. Yang jelas, saya tidak akan terlalu mengoptimasi keyword ketiga. Saya tidak memiliki patokan pasti, berapa hasil pencarian maksimal untuk sebuah keyword bisa masuk kategori "layak garap." Biasanya saya cuma pakai feeling. Dan sialnya, feeling saya sering salah

Perhatikan 5-10 situs yang muncul di hasil pencarian pada halaman pertama. Ada beberapa web authority, ada wikipedia, dan ada pinterest. Ini cukup bervariasi, dan cukup merepotkan. Terutama kalau ada web authority-nya. Tapi, apalah arti hidup ini tanpa persaingan, betul?

Buat saya, dengan hasil pencarian sekecil itu, rasanya masih cukup masuk akal. Setidaknya, walaupun nggak masuk urutan pertama, blog yang nanti saya bangun harus terindex dengan manis di Google Search. Apalagi produk ini kan jualan desain. Jualan gambar. Mudah-mudahan pilihan saya tidak salah.

Baik, sekarang kita sudah mendapatkan keyword utama dengan hasil pencarian sedikit, dan tingkat persaingan cukup rendah.

Tapi belum boleh senang dulu. Main keyword dengan tingkat persaingan rendah bakal sia-sia kalau ternyata nggak ada yang search kata kunci itu.

Langkah berikutnya, riset dengan KeywordRevealer.com.

Buat yang belum daftar, silakan daftar. Ini tool GRATIS.

Setelah daftar, masuk ke halaman Keyword Tool di link: _http://www.keywordrevealer.com/keyword_tool.php

Jeblosin keyword utama kita: “chicken coops”

Eng ing eng…



Ada 40.500 pencarian setiap bulan. Artinya, 1350 pencarian setiap hari. Udah kebayang dong, berapa potensi traffic yang bisa kita peroleh kalau nempatin posisi pertama di hasil pencarian?

CPC-nya $0.82, dengan potensi pendapatan per bulan dari iklan sekitar $332. Ini gak perlu dipedulikan. Toh kita gak akan pasang Adsense. Yang kita pedulikan adalah sales, sales, dan sales dari Clickbank

Lanjutkan membaca  artikel Cara Sederhana Main Clickbank (Dari Pemula untuk Pemula)  - Part 2
Read more

Rabu, 16 Desember 2015

Kenapa Dosen Memberikan Ujian atau Cobaan yang Berat buat Mahasiswanya

Kenapa Dosen Memberikan Ujian atau Cobaan yang Berat buat Mahasiswanya?? Itu adalah pertanyaan yang menarik untuk dijawab dan mungkin jawaban antar individu akan berbeda satu sama lain. Mari kita cermati uraian singkat berikut ini. Perhatikan juga meme berikut ini.
Kenapa Dosen Memberikan Ujian atau Cobaan yang Berat buat Mahasiswanya


Ada ayat dalam Al Qur'an yang menyebutkan bahwa Alloh tidak membebani makhluknya dengan ujian yang melampaui kemampuan makhluknya tersebut. Berikut bunyi ayat tersebut:
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami ; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (al-Baqarah 286)
Lalu bagaimana mengukut kemampuan makhluk tersebut? Hanya Alloh saja yang tahu hakikatnya.

Bagaimana dengan dosen yang memberikan tugas atau ujian kepada mahasiswanya? Perlu difahami bahwa dosen juga manusia biasa. Untuk mengetahui kemampuan mahasiswanya, sang dosen biasanya akan memberikan penugasan atau ujian. Tentu, hasil yang diperoleh setelah mengikuti ujian akan beragam. Ada yang lulus dengan nilai bagus, ada yang lulus dengan nilai standar, bahkan ada juga yang tidak lulus. Hal tersebut sangatlah normal atau wajar. Karena kemampuan setiap individu itu berbeda-beda.

Yang menjadi persoalan buat mahasiswa adalah terkadang tugas atau soal ujian yang diberikan dirasakan menjadi beban yang berat. Saya fikir pada saat kita berada dalam posisi demikian, mungkin, juga akan mengeluhkan hal yang sama. "Pak dosen ini ngasih soalnya susah banget", begitu ungkapan yang mungkin muncul dari mulut mahasiswa.

Dalam hidup pun, manusia juga sering mengeluh, "Ahhh.... susah sekali hidup ini". Dan persoalan ini menjadi mudah untuk difahami. Dengan melewati kesusahan tadi kita akan berasa layak untuk naik kelas. Bukankah, dalam setiap kesulitan itu ada kemudahan?

Berapa jumlah sks yang harus diambil mahasiswa?
Ada artikel yang menarik untuk menjawab pertanyaan tersebut di tautan ini. Dalam artikel tersebut disebutkan perbedaan suasana belajar dan jumlah sks yang berbeda antar negara. Luar negeri umumnya cenderung mengambil sedikit sks yang diambil dan lulusan yang dihasilkan adalah expert atau ahli. Berkebalikan dengan Indonesia, yang pada umumnya, mahasiswa mengambil sks dalam jumlah banyak. Lulusannya pun menjadi orang yang tidak ahli. Tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Namun, hal yang perlu dipertimbangkan adalah perguruan tinggi diarahkan untuk mencetak orang yang ahli di bidangnya.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat. Silakan berkomentar.
Read more

Sabtu, 28 November 2015

Sekolah Unggul: ciri penting, budaya, indikator dan paradigma sekolah unggul

TIPS MEMILIH SEKOLAH YANG "BENAR-BENAR" UNGGULAN


Ayah bunda, mama papa, umi abi, mom & dad tercinta apa kabarnya hari ini..?

Kita semua sadar bahwa memilih sekolah yang cocok untuk anak kita itu bukanlah pekara yang mudah saat ini, mengapa ? karena hampir semua sekolah mengaku dirinya sekolah Unggulan. tapi seperti apakah sebenarnya sekolah yang benar-benar unggulan dan cocok untuk anak kita?

Paradigma Sekolah Unggul

Mari kita simak kisah berikut ini;

Suatu ketika saya pernah di datangi satu keluarga yang sepertinya sangat begitu peduli dengan pendidikan anaknya. Saking pedulinya kedua orang tua ini ternyata sudah meneliti berbagai sekolah yang ada di sekitar rumah hingga radius 20 km dari rumahnya..

Apa yang menjadi keluhannya adalah bahwa pada akhirnya ia jadi bingung karena masing-masing sekolah mengklaim dirinya sebagai sekolah terbaik, unggulan, favorit dan sebagainya.

"Jadi bagaimana caranya saya bisa tahu jika satu sekolah itu memang benar-benar unggulan ayah..?", begitu kira-kira akhirnya beliau bertanya pada saya.

Sulit sekali untuk menentukan kriteria “Unggul” disini tergantung standar mana yang kita jadikan sebagai alat ukurnya.

Namun demikian jika sesuatu itu baik buat anak, pasti dia akan memiliki banyak kecocokan dengan anak kita, terutama dalam proses belajar mengajarnya. Itu yang disebut sistem belajar berbasis fitrah anak, atau sekolah yang ramah anak dan ramah otak anak.

Secara logika sederhana kita dapat menyatakan bahwa sesuatu itu bisa dikatakan unggul apa bila seseorang bisa membuat sesuatu dari bahan yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu bernilai luar biasa. Semisal orang yang mampu membuat bahan dari sampah hingga menghasilkan produk yang bernilai emas. Atau sekolah yang membuat anak yang menurut sekolah lain dianggap bermasalah dalam belajar bisa menjadi orang yang hebat melalui sekolah tersebut.

Secara sederhana adalah apa bila dia sanggup membuat Loyang menjadi Emas itu baru bisa dikatakan benar-benar unggul.

Jadi jika ada sekolah yang mengaku unggulan tapi dia hanya mau menerima anak-anak yang harus di seleksi terlebih dahulu dengan syarat-syarat yang amat ketat itu namanya bukan unggulan.

Lah wong bahan-bahannya saja sudah di pilih yang "bagus-bagus" dan unggul (biasanya secara akademik), kalau sampai hasilnya tidak unggul yah itu namanya keterlaluan.

Jadi kalau bahan dasarnya emas kemudian di olah menghasilkan emas juga ya itu namanya biasa-biasa saja, bahkan tukang emas di pasar-pasar tradisional juga sudah biasa melakukan itu.

Kecuali jika bahan yang diterima tidak dipilih-pilih, siapa saja boleh masuk tanpa ada syarat, satu-satunya syarat adalah orang tuanya harus mau bekerjasama dengan sekolah untuk membangun akhlak anak secara bersama-sama, nah jika anak-anak yang masuk tanpa syarat ini jika kelak mereka keluar atau lulus dari sekolah ini bisa menjadi anak unggul itu beru Sekolah Unggulan namanya.

Ciri Penting Sekolah Unggul

Jadi sekolah yang benar-benar unggul itu biasanya memilki ciri-ciri utama atau ciri pokok sbb:

Pertama;
Tidak melakukan seleksi masuk bagi calon siswanya, malainkan melakukan seleksi pada orang tuanya, bahkan kalau perlu ada placement test (uji kelayakan orang tua) mengapa karena sebagian besar masalah anak yang kami temui itu mayoritas bersumber dari pola asuh kedua orang tuanya di rumah,

Sekolah yang unggul itu lebih fokus untuk memastikan apakah orang tuanya bersedia bekerjasama penuh dengan pihak sekolah untuk mensukseskan proses belajar mengajar bagi anaknya dan apakah orang tuanya setuju dengan konsep pendidikan yang akan di terapkan pada anaknya..?

Yang kedua,
Sekolah unggulan juga biasanya sejak awal sudah memandang bahwa setiap anak adalah bibit unggul yang siap di kembangkan, jadi ya tidak perlu diseleksi lagi untuk apa?, lha wong setiap anak itu adalah bibit unggul. Jadi tinggal bagaimana sekolah tersebut memprosesnya saja agar kelak ia menjadi manusia yang unggul terutama dalam akhlak dan bakatnya masing-masing.

Yang ke tiga,
Sekolah unggulan selalu berfokus pada upaya untuk mencari hal-hal positif atau keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing anak, dan bukan berfokus pada kelemahannya.

Sehingga pada akhir periode pembelajaran tiap-tiap anak akan tahu persis keunggulan mereka masing-masing; dan tiap anak akan merasa bangga dengan keunggulan yang dimilikinya tersebut tanpa harus ada rasa minder dengan teman lainnya yang unggul di bidang berbeda, seperti yang terjadi pada kebanyakan sekolah yang menerapkan sistem rangking, yang mengelompokkan anak pada golongan anak pintar, rata-rata, tidak pintar dan anak bodoh.

Sejujurnya, apa ya ada orang tua yang mau anaknya di bilang bodoh...? Apa ya kita masih mau menyekolahkan anak kita hanya untuk mendapat lebel anak bodoh ?

Karena memang tujuan sesungguhnya Tuhan menciptakan perbedaan pada masing-masing anak adalah karena kelak mereka akan berkontribusi dalam bidangnya masing-masing dalam kehidupan yang sangat beragam mulai dunia perkantoran, wira usaha hingga ilmuan atau mungkin aktivis-aktivis pencinta lingkungan atau malah mungkin untuk menjadi seorang budayawan yang hebat seperti mas Butet Kertarajasa.

Dan BUMI kita sesungguhnya sangat membutuhkan peran-peran tersebut untuk menjaga keseimbangan kehidupan agar selalu berada pada posisi yang harmonis. Sesungguhnya tidak ada satu peranpun yang terasa lebih penting atau lebih bergengsi dari peran lainnya.

Yang ke Empat:
Sekolahnya tidak bikin stress anak dan orang tua, melainkan anak kita Enjoy bersekolah dan selalu ingin bersekolah meskipun waktu libur sudah tiba.

Gurunya ramah terhadap orang tua dan lebih peduli anak ketimbang urusan administrasi sekolah. Bayangkan jika gurunya tidak ramah pada kita orang tuanya mana mungkin kita bisa berharap ia akan ramah pada anak-anak kita ?

Yang ke Lima;
Sekolah yang benar-benar unggul bisanya atau sering kali malah tidak pernah mengKlaim kalau sekolahnya sekolah Unggulan, atau favorit atau terakreditasi A

Ciri terakhir dari sekolah yang benar-benar unggul adalah ?
Biasanya anak2 muridnya akan merasa cocok bersekolah disini, dia betah dan sangat kerasan belajar di sekolah, malah sering kali murid-muridnya merasa sedih kalau sekolahnya libur.

Anak-anaknya akan semakin kritis, prilakunya santun, peduli dan memiliki percaya diri yang tinggi.

Mereka suka bersekolah bukan karena alasan ingin kumpul dengan teman-teman semata, melainkan karena guru-gurunya baik dan ramah, serta proses belajarnya asyik.

Apakah sekolah semacam ini ada di Indonesia...?

Ya tentu saja ada, meskipun belum begitu banyak....

Apakah sekolah ini murah dan bisa terjangkau ?

Tentu saja itu relatif bagi masing-masing orang, tapi yang pasti sekolah ini berbiaya besar karena konsepnya biasanya alam, memerlukan investasi tanah yang luas dengan bangunan dengan konsep yang ramah lingkungan dengan guru-guru pilihan yang berkualitas.

Jadi bagaimana mungkin bisa berbiaya murah, karena semua pembiayaannya datang dari kocek pribadi dan bukan dari Anggaran Negara yang melimpah ruah yang telah, coba bayangkan Negara saja yang memiliki dana pendidikan 20% dari APBN yang jumlahnya Trilyunan rupiah apakah sampai saat ini sudah bisa menciptakan sekolah dengan kriteria seperti tersebut diatas ? (Berkwalitas dan Murah)

Pada umumnya..., ya sekali lagi pada umumnya sekolah semacam ini memberikan Identitas dirinya sebagai sekolah Alam, namun kita perlu cermati juga karena ada juga sekolah alam yang benar-benar memiliki idealisme seperti uraian diatas tapi mungkin juga ada yang hanya ikut-ikutan tren saja.

Selain itu ada juga sekolah lain yang tidak menggunakan nama sekolah alam namun juga merupakan sekolah yang benar-benar unggul, Sekolah ini biasanya memiliki konsep yang jelas dan guru-guru yang mencintai bidangnya dan mencintai anak.

Semisal sekolahnya pak Munif Chotib Lazuardi di Pondok Labu dan Cibubur, atau sekolahnya pak Adi W Gunawan di Surabaya, Sekolahnya Joe Bina Insan Mandiri di Medan, Sekolah Rumah Cendikia di Makassar, Sekolah Peradaban Serang dan Cilegon dan mungkin masih ada banyak lagi lainnya di seluruh Indonesia.

Silahkan bagi para bunda yang telah menemukan sekolah samacam ini dishare di sini.

Lalu bagaimana jika sekolah yang seperti ini tidak terjangkau bagi kita ?

Jika saya tidak bisa menjangkau sekolah semacam ini maka ada satu cara yakni sy menghomeschoolingkan kedua anak saya, untuk memberikan contoh bahwa meskipun saya punya sekolah saya bisa juga menghomeschoolingkan anak saya untuk membuktikan bahwa home schooling adalah salah satu alternatif pilihan yang baik dan bukan pilihan untuk anak-anak yang dinyatakan bermasasah di sekolah,

Jadi jika kita tidak berhasil menemukan atau menjangkau sekolah yang seperti dijelaskan diatas. Karena prinsip saya hidup ini selalu ada solusi sepanjang kita mau berusaha.

Jangan izinkan anak kita dibilang bodoh karena tidak bisa mengikuti pelajaran atau sistem sekolah yang ada, ayo segera pindahkan ke sekolah yang benar-benar UNGGULAN atau Home Schoolingkan saja seperti anak-anak kami.

Karena sesungguhnya anak kita adalah Maha Karya Tuhan Yang Sempurna dan tidak ada yang bodoh.

Itulah mengapa sekolah kami, kami berinama Maha Karya Gangga, tempat untuk mengelola dan menghasilkan Maha Karya, dengan menyematkan nama Gangga sebagai dermawan Donaturnya.

Kami hanya dapat memberikan beberapa wacana berpikir untuk menentukan sekolah yang terbaik bagi anak-anak kita tercinta, Namun demikian sekali lagi pilihan sepenuhnya berada di tangan anda.

Referensi: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=940509246020177&id=141694892568287
Read more

Kamis, 12 November 2015

Indonesia Rangking 12 Dunia sebagai Top Entrepreneurial Country

Indonesia menduduki peringkat 12 dunia sebagai top entrepreneurial country. Data tersebut dirilis dalam laporan global tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM).

Rangking dihitung berdasarkan persentase orang dewasa yang memiliki sendiri atau kepemilikan bersama sebuah usaha (bisnis) dan telah membayar upah atau gajinya selama 3 bulan. Itu adalah definisi pengusaha. Berdasarkan definisi tersebut, 4.3 persen orang Amerik Serikat adalah pengusaha (entrepreneur). Jika anda meremehkan Uganda, maka anda perlu ricek lagi. Berdasarkan definisi pengusaha tersebut maka lebih dari seperempat populasi penduduknya adalah pengusaha, tepatnya di angka 28.1 persen. Berikut adalah peringkat 15 besar (top entrepreneurial country)
  1. Uganda
  2. Thailand
  3. Brazil
  4. Kamerun
  5. Vietnam
  6. Angola
  7. Jamaica
  8. Botswana
  9. Chile
  10. Philipines
  11. China
  12. Indonesia
  13. Ekuador
  14. Burkina Faso
  15. Guatemala
Indonesia Rangking 12 Dunia sebagai Top Entrepreneurial Country
Apakah anda setuju dengan artikel bertajuk Indonesia Rangking 12 Dunia sebagai Top Entrepreneurial Country ini?

Referensi: http://tech.co/top-15-entrepreneurial-countries-world-2015-06
Read more

Sabtu, 07 November 2015

Menggugat Profesor: Sebuah Kritikan Akademik untuk Perguruan Tinggi di Indonesia

oleh Agus Suwignyo, Pedagog Cum Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

Menggugat Profesor: Sebuah Kritikan Akademik untuk Perguruan Tinggi di Indonesia
Sangat mencerahkan setelah membaca harian Kompas edisi 6 November 2015, di halaman 6 dengan judul "Menggugat Profesor". Dalam artikel tersebut, sang penulis Agus Suwignyo, memaparkan kondisi profesor di Indonesia dengan kondisi profesor di negara lain. Ada proses regenerasi profesor yang perlu diambil nilai positifnya dan diterapkan di sistem pendidikan di Indonesia. Kata kuncinya adalah kualitas, bukan kuantitas. Berikut adalah kutipan lengkap artikel yang berjudul Menggunggat Profesor tersebut. Silakan membaca.

Sayang sekali perbincangan tentang keprofesoran yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi baru-baru ini (Kompas, 30-31 Oktober 2015) tidak menyentuh inti persoalan mengapa kinerja perguruan tinggi di Indonesia secara umum tetap loyo di tengah persaingan perguruan tinggi dunia. Padahal, alokasi anggaran Ditjen Dikti telah meningkat dalam sepuluh tahun terakhir.
JITET

Salah satu indikator "keloyoan" itu adalah hanya ada satu perguruan tinggi (PT) tahun ini, yaitu Universitas Indonesia, yang masuk dalam daftar 800 universitas terbaik dunia versi Times Higher Education Survey (THES) 2015/2016. Itu pun di peringkat kategori terbawah: 600-800. Kita  tahu pemeringkatan seperti THES bukan patokan mutu yang baku, tetapi ia  memperjelas gambaran keterpurukan PT di Indonesia.

Ada ironi besar. Hampir setiap minggu diselenggarakan seminar dan kuliah  umum berlabel "internasional" di kampus-kampus, di Jawa dan luar Jawa, dengan pembicara dari luar Indonesia. Kesempatan dosen-dosen mengikuti konferensi ataupun "penyegaran akademik" di luar negeri juga semakin terbuka.

Selain itu, yang paling mencolok dalam beberapa tahun terakhir adalah banyaknya lokakarya pengelolaan jurnal ataupun pelatihan publikasi dosen pada jurnal-jurnal internasional bereputasi. Dan, itu lengkap dengan berbagai fasilitas dana untuk biaya pendamping (sic!), biaya proofreader bahasa Inggris, sampai insentif publikasi kepada dosen bahkan ketika artikelnya baru akan dikirimkan dan belum tentu akan diterbitkan oleh jurnal mana pun. Akan tetapi, mengapa semua upaya ini tidak juga mendongkrak international visibilityPT Indonesia di kancah dunia? Ke mana saja para profesor kita?

Bukan perkara jumlah


Sejauh ini banyak pihak telah menyadari bahwa upaya-upaya memperbaiki kinerja akademik PT sering dilandasi cara pandang tambal sulam dan kemauan politik setengah hati. Namun, yang jarang dibincangkan secara langsung, kendati mungkin telah disadari, adalah praktik di jantung kehidupan akademik sehari-hari, yaitu para dosen dan profesor secara umum kian berorientasi capaian-capaian medioker dan pragmatis. Fenomena kosongnya kampus (Kompas, 30/10/2013) tampaknya terus berlanjut dan kian akut.

Jumlah profesor yang cuma sekitar 2,3 persen, yaitu 5.133 orang, dari total 220.426 dosen tetap dan tidak tetap di seluruh PT di Indonesia saat ini (Kompas31/10/2015) mungkin salah satu masalah. Namun, itu bukan faktor utama, apalagi satu-satunya yang menyebabkan PT kita loyo dalam kiprah internasional.

Di sejumlah negara maju, jumlah profesor selalu relatif sedikit dibandingkan komposisi keseluruhan tenaga pengajar di PT. Di Inggris, misalnya, menurut Higher Education Statistics Agency, hanya sekitar 10 persen dari total 194.245 dosen tetap dan tidak tetap PT tahun 2014 berstatus full professor. Di Jerman, menurut Higher Education Development Association, jumlah profesor terus turun sehingga dalam periode 1996-2005 rata-rata rasio profesor dan mahasiswa mencapai 1:60, rekor terendah dalam sejarah akademik Jerman setelah runtuhnya Tembok Berlin. Meskipun begitu, Pemerintah Federal Jerman membiarkan beberapa posisiprofessorship di bidang humaniora, linguistik, dan sastra tetap lowong selama 10 tahun terakhir karena efisiensi. Di Amerika Serikat, jumlah profesor universitas cenderung stagnan meskipun jumlah mahasiswa meningkat, sebagaimana ditulis National Center for Education Statistics.

Australia mungkin satu-satunya negara maju yang mengalami kenaikan jumlah profesor secara fantastis. Menurut The Australian (18/11/2009), jumlah profesor dan associate professor di Australia meningkat hampir 70 persen dalam 12 tahun (1996-2008). Peningkatan ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah membuka lowongan posisiprofessor/associate professor dengan status kontrak berjangka.

Selain itu, pemerintah memutuskan menyematkan gelar "profesor sementara" untuk akademisi-akademisi yang sedang mengemban tugas administratif di kampus meskipun secara keilmuan mereka belum profesor. Meskipun awalnya diapresiasi, proliferasi jabatan "profesor" di Australia itu kini menciptakan persoalan serius menyangkut nasib mereka yang kontrak kerjanya telah habis. Persaingan antarprofesor menjadi sangat sengit, cenderung kasar (lihat, misalnya, tulisan "Academic Assholes and the Circle of Niceness" di thesiswhisperer.com). Beberapa rekan di Sydney, Canberra, dan Melbourne mengaku selalu tertekan dan merasa tidak aman secara finansial karena setiap dua tahun harus mencari lowongan baru dengan persyaratan yang semakin ketat.

Data itu menunjukkan bahwa di negara-negara maju relatif sedikitnya jumlah profesor tidak selalu menjadi fokus perhatian. Di negara-negara itu perhatian utama dalam meningkatkan kinerja PT adalah soal mutu capaian para profesor dan efek spiral dari keprofesorannya. Profesor dituntut (bukan oleh peraturan ketat, tetapi oleh tekanan pergaulan di lingkungan komunitas keilmuannya) untuk menghasilkan publikasi bermutu hasil penelitian primer secara rutin.

Tidak mengherankan, di konferensi-konferensi kita menjumpai para Indonesianis kawakan, seperti Anthony Reid, MC Ricklefs, Peter Carey, Leonard dan Barbara Andaya, Vincent Houben, dan William Liddle, masih memaparkan penelitian dengan temuan-temuan empiris baru karya mereka sendiri. Bukan sekadar daur ulang ataupun memanfaatkan data hasil kerja mahasiswanya.

Selain itu, besaran dana penelitian yang dibawa dari sumber-sumber di luar kampus sering menjadi indikator tidak resmi pengakuan keprofesoran seseorang. Melalui dana pihak ketiga, seorang profesor memiliki keleluasaan mengembangkan penelitian bidang keahlian dalam skema payung dengan merekrut mahasiswa dan melibatkan dosen-dosen yunior.

Untuk memacu kinerja akademisi, negara-negara maju memperhatikan secara serius proporsi beban kerja mereka. Di Inggris, tahun 2014, sebagian besar dosen (yaitu 94.480 orang atau 48 persen dari total jumlah dosen) mengemban tugas mengajar dan meneliti, diikuti kategori dosen pengajar saja 52.575 orang (27 persen), dan dosen peneliti 45.580 orang (23,4 persen). Hanya sedikit dosen yang mengemban tugas administratif-manajerial, yaitu 1.605 orang (0,83 persen).

Di Amerika Serikat, tahun 2010, hanya 13,7 persen dari 1.787.955 tenaga pendidik PT (termasuk community college) mengemban tugas administrasi. Selebihnya berfokus pada kerja pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Di Jerman, profesor sangat terbantu oleh sistem "habilitasi" (habilitation). Sistem ini mengharuskan calon-calon profesor "nyantrik" atau magang dulu selama beberapa tahun kepada seorang profesor sebidang ilmu, sebagai bagian dari proses mereka mencapai posisi "profesor". Dengan begitu, profesor dan calon profesor dapat berbagi tugas mengajar dan meneliti.

Seandainya...


Seandainya seluruh 5.133 profesor yang kita miliki saat ini sungguh-sungguh berkinerja dengan capaian mutu akademik yang baik, efeknya lebih dari cukup (meskipun masih relatif kecil dibandingkan jumlah total dosen) untuk menaikkan pamor keilmuan Indonesia dalam komunitas akademik internasional. Indikator capaian mutu tersebut sebenarnya "sederhana", yaitu publikasi hasil penelitian primer profesor pada jurnal internasional, publikasi mahasiswa bimbingan, dan jumlah dana penelitian dari luar yang berhasil dibawa profesor ke kampusnya.

Jika setiap dua tahun setiap profesor menghasilkan satu publikasi internasional yang sungguh bermutu dan minimal dua mahasiswa S-3-nya melakukan hal yang sama, maka setiap dua tahun ada sekitar 15.000 publikasi internasional bermutu diterbitkan dengan nama akademisi dan institusi Indonesia. Efek spiral keprofesoran ini akan semakin besar jika setiap profesor mampu mendatangkan dana penelitian sehingga ia dapat merekrut lebih banyak mahasiswa doktoral dan melibatkan kolega-kolega mudanya dalam penelitian post-doktoral. Sayang sekali kondisi di Indonesia saat ini tidak seperti itu.

Hingga saat ini, di Indonesia, jabatan "profesor" yang sangat bergengsi tidak selalu diimbangi kinerja akademik dengan efek spiral yang signifikan bagi peningkatan mutu akademik. Banyak profesor telah lama meninggalkan kerja penelitian yang sesungguhnya, mungkin sejak tahun-tahun pertama setelah menjadi doktor. Di konferensi-konferensi bidang ilmu, jika ada profesor Indonesia turut sebagai penyaji, bicaranya "compang-camping" bukan saja karena kemampuan bahasa Inggris terbatas, melainkan juga karena makalah yang disajikannya serba abstrak dengan pendekatan kedaluwarsa dan miskin data primer yang baru.

Keluhan umum selama ini adalah para profesor dan dosen terjebak dalam tugas-tugas administratif yang sangat membebani. Namun, jika diamati, banyak profesor dan dosen sebenarnya menikmati tugas-tugas administratif itu bagaikan kecanduan. Fenomenanya, cukup banyak profesor berusaha memperoleh posisi struktural baru setelah menyelesaikan masa tugas suatu jabatan struktural, alih-alih kembali ke habitat penelitian.

Karena makna simbolik "profesor" yang sentral dalam dunia akademik, rasanya kinerja keilmuan para profesor perlu ditata ulang terlebih dahulu sebelum gagasan peningkatan mutu perguruan tinggi diterapkan dalam peraturan yang mengenai semua dosen.


Penulis Artikel: AGUS SUWIGNYO, PEDAGOG CUM SEJARAWAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA

Catatan: Penulis menyebutkan efek spiral, mungkin maksudnya adalah efek viral. Sinonim efek viral adalah efek domino berantai.

Semoga artikel berjudul Menggugat Profesor di atas berguna buat anda. Silakan berkomentar di halaman ini.
Read more

Minggu, 18 Oktober 2015

Computer Vision: Presentasi Ilmiah Shoffin Nahwa Utama - Teknik informatika UNIDA Gontor

Computer Vision: Presentasi Ilmiah Shoffin Nahwa Utama - Teknik informatika UNIDA Gontor

Presentasi Computer Vision
disampaikan oleh Shoffin Nahwa Utama - Teknik informatika UNIDA Gontor

Computer vision adalah cabang dari ilmu komputer yang menggunakan komputer dan mesin vision.

Proses pada computer vision
  1. Image capture. Pada proses ini, device seperti kamera menangkap gambar dan direkam
  2. Image processing. Pengolahan terhadap gambar yang telah ditangkap, misalnya dengan pembersihan dari noise
  3. Image analysis. Eksplorasi image yang dikombinasikan dengan pemrograman (bilangan biner). Identifikasi dan investigasi dilakukan terhadap image yang telah diproses.
  4. Image understanding. Teknik kecerdasan buatan digunakan dalam proses ini.
Read more

Jumat, 09 Oktober 2015

Menjadi Contoh dan Memberi Contoh itu BEDA

Menjadi Contoh dan Memberi Contoh itu BEDA. Demikianlah suatu perkataan yang pernah saya dapatkan di suatu forum atau suatu acara. Saya sendiri lupa tepatnya dimana dan kapan saya pernah mendengar slogan tersebut. Meskipun terlihat sepele, jika dicermati maka akan didapati makna yang mendalam pada kalimat slogan tersebut.

Banyak dari kita, acapkali sekedar memberikan contoh. Hal tersebut seringkali dilakukan oleh para guru, orang tua, maupun orang yang dituakan (senior). Memberikan contoh (yang baik), bisa anda lakukan sekali saja. Seperti halnya seorang guru matematik yang memberikan contoh menyelesaikan soal. Guru tersebut mungkin saja tidak dapat menyelesaikan seluruh soal atau setiap soal yang ditemuinya dikemudian hari, meskipun inti soalnya tetaplah sama. Atau halnya, setiap orang tua yang baik pasti tau bahwa merokok adalah perkara yang tidak baik dan mereka akan melarang anaknya atau anak yang lebih kecil untuk merokok.

Menjadi Contoh dan Memberi Contoh itu BEDA



Rosululloh Muhammad SAW adalah salah satu sosok manusia mulia yang menjadi contoh bagi seluruh umat manusia. Beliau tidak hanya memberikan contoh saja. Banyak kisah yang menceritakan bagaimana keshalehan beliau dan beliau sendiri menjadi contoh. Salah satu contoh yang seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim adalah ketika beliau menjadi contoh untuk senantiasa sholat berjamaah.

Menjadi contoh memerlukan konsistensi (istiqomah)
Memberikan contoh tidak perlu konsisten. Berbeda dengan menjadi contoh yang perlu konsistensi. Kembali melihat teladan nabi Muhammad. Selama seumur hidup beliau, beliau konsisten untuk melakukan sholat berjamaah. Suatu contoh yang baik lagi sempurna. Apakah kita selaku umatnya dapat mengikuti apa yang telah beliau contohkan? Hanya diri kita sendiri yang dapat menjawabnya.

Oleh karena itu, menjadi contoh dan memberi contoh itu beda. Lebih berat ketika seorang (pemimpin) dituntut menjadi contoh, bukan hanya sekedar memberi contoh. Maka dari itu, Jadilah contoh (yang benar lagi baik) dan bukan sekedar memberi contoh semata.
Read more

Minggu, 20 September 2015

Islam vs Barat: Cara Menyembelih Hewan

Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Islam vs Barat: Cara Menyembelih Hewan

Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.

Islam vs Barat: Cara Menyembelih Hewan

Simak penelitian ini.

1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari’atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

Penyembelihan Menurut Syariat Islam

Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat


Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.

Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
Silakan di-share untuk teman Anda,
sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan Al-Quran di tempat tinggalnya setelah membaca artikel yang Anda share, maka semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sumber:
http://koreaselatan.club/orang-barat-terkejut-dengan-cara-islam-menyembelih-sapi/
Read more